Dengan perkembangan teknologi penggunaan
pestisida nabati yang aman dan ramah lingkungan yang berasal dari bahan
tumbuhan babadotan dapat menjadi pengganti pestisida kimia yang banyak
digunakan oleh petani untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). daun
babadotan mengandung senyawa Pirolizidin
alkaloida dengan struktur kimia berupa Lycopsamin
dan Echinatin. Kedua senyawa tersebut
bersifat toksik terhadap serangga
Lepidoptera memiliki aktifitas hormon antijuvenil, berfungsi sebagai larvasida yang dapat
membunuh larva nyamuk Aedes aegypti dan
mampu membasmi hama penggerek pucuk mahoni. Akan tetapi pengaruh
senyawa toksik daun babadotan terhadap hewan non-target masih belum banyak
diujikan. Tujuan dari
penelitian ini adalah menguji toksisitas ekstrak daun babadotan
(Ageratum conyzoides Linn) terhadap organisme non-target yaitu ikan mas
(Cyprinus carpio Linn), serta
menentukan konsentrasi mematikan bagi anak ikan mas. Metode yang digunakan
meliputi dua tahapan yaitu uji pendahuluan, dan uji lanjut. Uji pendahuluan
menggunakan konsentrasi berdasarkan seri logaritma yaitu 0,01 mg/L, 0,1 mg/L, 1
mg/L, 10 mg/L, 100 mg/L. Berdasarkan uji pendahuluan, maka pada uji lanjut
tentukan 6 konsentrasi termasuk kontrol, yaitu kontrol, 15 mg/L, 22 mg/L, 32
mg/L, 46 mg/L, dan 68 mg/L. Hasil uji lanjut menunjukan bahwa nilai LC50
dari ekstrak daun babadotan (Ageratum
conyzoides Linn) adalah 32, 012 gr/L dan berada pada rentang 29,239-34,984
mg/L. Semakin tinggi konsentrasi yang dilarutkan pada media hidup ikan mas maka tingkat kelulusan hidup ikan mas akan semakin rendah. Hasil analisis varian
menunjukan bahwa pemberian ekstrak daun babadotan berpengaruh nyata terhadap
mortalitas ikan mas (Cyprinus carpio
Linn).
Kata
kunci: Toksisitas, Ageratum conyzoides
Linn, Cyprinus carpio Linn,
Mortalitas, LC50
Tidak ada komentar:
Posting Komentar