Jumat, 26 Juli 2013

ABSTRAK



Dengan perkembangan teknologi penggunaan pestisida nabati yang aman dan ramah lingkungan yang berasal dari bahan tumbuhan babadotan dapat menjadi pengganti pestisida kimia yang banyak digunakan oleh petani untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). daun babadotan mengandung senyawa Pirolizidin alkaloida dengan struktur kimia berupa Lycopsamin dan Echinatin. Kedua senyawa tersebut bersifat toksik terhadap serangga Lepidoptera memiliki aktifitas hormon antijuvenil, berfungsi sebagai larvasida yang dapat membunuh larva nyamuk Aedes aegypti dan mampu membasmi hama penggerek pucuk mahoni. Akan tetapi pengaruh senyawa toksik daun babadotan terhadap hewan non-target masih belum banyak diujikan. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji toksisitas ekstrak daun babadotan (Ageratum conyzoides Linn)  terhadap organisme non-target yaitu ikan mas (Cyprinus carpio Linn), serta menentukan konsentrasi mematikan bagi anak ikan mas. Metode yang digunakan meliputi dua tahapan yaitu uji pendahuluan, dan uji lanjut. Uji pendahuluan menggunakan konsentrasi berdasarkan seri logaritma yaitu 0,01 mg/L, 0,1 mg/L, 1 mg/L, 10 mg/L, 100 mg/L. Berdasarkan uji pendahuluan, maka pada uji lanjut tentukan 6 konsentrasi termasuk kontrol, yaitu kontrol, 15 mg/L, 22 mg/L, 32 mg/L, 46 mg/L, dan 68 mg/L. Hasil uji lanjut menunjukan bahwa nilai LC50 dari ekstrak daun babadotan (Ageratum conyzoides Linn) adalah 32, 012 gr/L dan berada pada rentang 29,239-34,984 mg/L. Semakin tinggi konsentrasi yang dilarutkan pada media hidup ikan mas  maka tingkat kelulusan hidup ikan mas  akan semakin rendah. Hasil analisis varian menunjukan bahwa pemberian ekstrak daun babadotan berpengaruh nyata terhadap mortalitas ikan mas (Cyprinus carpio Linn).

Kata kunci: Toksisitas, Ageratum conyzoides Linn, Cyprinus carpio Linn, Mortalitas, LC50

Tidak ada komentar:

Posting Komentar