BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia memperoleh air yang diperlukan
untuk minum, memasak, mandi dan mencuci dari air hujan, air yang menggenang di
permukaan tanah seperti waduk, kubangan, atau dari sungai, sumber dan sumur.
Air sebagai air minum yang kita konsumsi sehari-hari bisa berasal dari
bermacam-macam sumber. Masing-masing sumber air minum tersebut mempunyai
kelebihan dan kekurangan.
Kebutuhan akan air minum semakin hari
semakin meningkat, sehingga masyarakat tidak hanya mengkonsumsi air minum yang
dimasak atau yang direbus terlebih dahulu. Melihat dari segi waktu dan
kepraktisan, kebanyakan orang lebih memilih untuk mengkonsumsi air minum isi
ulang. Air minum isi ulang ini harganya lebih murah dibanding air minum
kemasan, tetapi kualitasnya masih perlu dipertanyakan (Hartanto, 2007)
Syarat-syarat
air minum yaitu syarat fisis yaitu air minum harus jernih, tidak berbau, tidak
berwarna, tidak ada rasa, segar oleh oksigen. Syarat kimia adalah tidak boleh
ada zat-zat kimia yang merugikan tubuh, merugikan dalam pengaliran pipa-pipa
dan dalam penggunaan sehari-hari untuk mandi, mencuci, memasak dan lain-lain.
Menurut
organisasi kesehatan dunia (WHO), kurang lebih sepertiga penduduk dunia
menderita berbagai penyakit yang ditularkan melalui air minum yang terkontaminasi
oleh mikroorganisme. Setiap tahun sekitar 13 juta orang meninggal akibat
infeksi yang berasal dari air minum, 2 juta diantaranya adalah bayi dan
anak-anak. Mengkonsumsi air yang terkontaminasi oleh mikroorganisme patogen,
baik air minum atau air yang ditambahkan ke dalam makanan, dapat menimbulkan
berbagai penyakit (Hartanto, 2007).
Untuk
meminimalisasi penyakit yang ditimbulkan yang berasal dari air minum salah
satunya adalah dengan cara pengecekan air minum secara berkala. Hal ini
dilakukan sebagai salah satu cara untuk mengetahui kualitas air minum yang
dikonsumsi oleh masyarakat. Pengolahan air minum yang secara besar-besaran
tentu akan menimbulkan banyak masalah, salah satunya adalah higienitas atau
kualitas air itu sendiri. Penulis tertarik untuk meneliti tentang
kualitas/higienitas air minum yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan air
minum yang jika air tersebut tidak higien yang akan menanggung penyakit bukan
saja karyawan perusahaan melainkan masyarakat sekitar yang air minumnya disuplai
dari perusahaan.
1.2 Tujuan Praktek Kerja
Lapangan
1.2.1
Tujuan umum
1.
Meningkatkan wawasan
dalam berbagai aspek yang terkait dengan biologi dalam arti luas
2.
Meningkatkan pemahaman
akan berbagai ilmu dalam bidang biologi dan implementasinya dilapangan
3.
Memberikan pengalaman
dan meningkatkan keterampilan dalam penerapan biologi di perusahaan swasta
maupun pemerintah
4.
Meningkatkan tali silaturrahmi
antara perguruan tinggi dengan UPTD
Laboratorium kesehatan Kab. Karawang
1.2.2
Tujuan Khusus
Untuk mengetahui higienitas air minum yang diproduksi
perusahaan-perusahaan di Kabupaten Karawang, yang dilaksanakan di LABKESDA Karawang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar