
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Indonesia
merupakan negara
yang kaya akan potensi keanekaragaman hayati yang masih perlu digali. Indonesia
memiliki banyak tanaman-tanaman yang berpotensi sebagai obat, salah satu
tanaman obat yang diketahui memiliki banyak efek farmakologi adalah kulit
batang kayu manis (Cinnamomi cortex) di antaranya : batuk, sariawan, eksema, encok, tekanan darah
tinggi, muntah-muntah, asma, masuk angin dan mencret (Sudarman Mardisiswoyo dan
Harso Rajakmangunsudarso, 1985). Berdasarkan data tersebut, secara empiris kayu
manis dapat digunakan sebagai antibakteri kulit.
Infeksi kulit
dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Namun dilaporkan penyebab utama
infeksi kulit adalah bakteri, seperti S.
aureus 1135, S. aureus 11748, S. warneri 3340, S. xylosus 3342 dan S. epidermidis 13228.
Infeksi ini biasanya diobati menggunakan antibiotik seperti mupiroksin,
gentamisin sulfat, neomisin sulfat, kloramfenikol, tetrasiklin, basitrasin,
natrium fusidat, asam fusidat dan eritromisin ( Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia, 2006)
Kayu manis biasanya tumbuh liar di
hutan-hutan daerah pegunungan kira-kira 1500 m dari permukaan laut. Kandungan
kimia kulit batang kayu manis ini
meliputi minyak atsiri yang mengandung
sinamal aldehid, sinamal asetat, borneol, simen dan minyak menyerap
(sinamalaldehid, eugenol, felandren, terpen-terpen), lendir, pati,
kalsium-oksalat, lemak dan zat samak. Sedangkan akarnya mengadung zat-zat gula, manit, damar dan kalsium-oksalat.
(Departemen
Kesehatan. 2002) (Sudarman
Mardisiswoyo dkk,
1985).
Berdasarkan data kandungan data kimia tersebut, dan data
empiris diduga kulit batang kayu manis tersebut dapat digunakan sebagai obat
alternatif pengobatan terhadap infeksi kulit.
1.2
Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang
yang telah diuraikan di atas, dapat diidentifikasi beberapa masalah yaitu:
1.
Apakah ekstrak etanol kulit batang kayu
manis mempunyai aktivitas terhadap beberapa bakteri penyebab infeksi kulit?
2.
Berapa nilai Konsentrasi Hambat Minimum
(KHM) ekstrak etanol kulit batang kayu manis terhadap beberapa penyebab infeksi
kulit?
1.3
Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud dan tujuan penelitian ini yaitu
untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit batang kayu manis
terhadap beberapa bakteri penyebab infeksi kulit, serta nilai konsentrasi
hambat minimumnya.
1.4
Batasan
Masalah
Pada penelitian ini akan
ditelusuri aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit batang kayu manis
terhadap beberapa bakteri penyebab infeksi kulit, karena secara empiris kulit
batang kayu manis diduga mempunyai aktivitas antibakteri.
1.5
Metode
Penelitian
1.5.1
Determinasi tanaman
1.5.2
Pembuatan
ekstrak etanol kulit batang kayu manis
1.5.3
Penapisan golongan
senyawa kimia
1.5.4
Penyiapan
suspensi
1.5.5
Uji Aktivitas
Antibakteri
1.5.6
Penentuan
konsentrasi Hambat Minimum ( KHM )
1.5.7
Uji Banding
1.6
Waktu
dan Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan mulai bulan Agustus
sampai Desember 2008 di Laboratorium Fitokomia dan Mikrobiologi Farmasi,
Jurusan Farmasi, MIPA Universitas Al-Ghifari Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar