Selasa, 16 Juli 2013

CONTOH PENDAHULUAN


BAB I

PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang kaya akan potensi keanekaragaman hayati yang masih perlu digali. Indonesia memiliki banyak tanaman-tanaman yang berpotensi sebagai obat, salah satu tanaman obat yang diketahui memiliki banyak efek farmakologi adalah kulit batang kayu manis (Cinnamomi cortex)   di antaranya : batuk, sariawan, eksema, encok, tekanan darah tinggi, muntah-muntah, asma, masuk angin dan mencret (Sudarman Mardisiswoyo dan Harso Rajakmangunsudarso, 1985). Berdasarkan data tersebut, secara empiris kayu manis dapat digunakan sebagai antibakteri kulit.
Infeksi kulit dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Namun dilaporkan penyebab utama infeksi kulit adalah bakteri, seperti S. aureus 1135, S. aureus 11748,  S. warneri 3340,  S. xylosus 3342 dan S. epidermidis 13228. Infeksi ini biasanya diobati menggunakan antibiotik seperti mupiroksin, gentamisin sulfat, neomisin sulfat, kloramfenikol, tetrasiklin, basitrasin, natrium fusidat, asam fusidat dan eritromisin (  Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia, 2006)
Kayu manis biasanya tumbuh liar di hutan-hutan daerah pegunungan kira-kira 1500 m dari permukaan laut. Kandungan kimia kulit batang kayu manis ini

meliputi minyak atsiri yang mengandung sinamal aldehid, sinamal asetat, borneol, simen dan minyak menyerap (sinamalaldehid, eugenol, felandren, terpen-terpen), lendir, pati, kalsium-oksalat, lemak dan zat samak. Sedangkan akarnya mengadung zat-zat gula, manit, damar dan kalsium-oksalat. (Departemen Kesehatan. 2002) (Sudarman Mardisiswoyo dkk, 1985). Berdasarkan data kandungan data kimia tersebut, dan data empiris diduga kulit batang kayu manis tersebut dapat digunakan sebagai obat alternatif pengobatan terhadap infeksi kulit.

1.2         Identifikasi Masalah
1.        Apakah ekstrak etanol kulit batang kayu manis mempunyai aktivitas terhadap beberapa bakteri penyebab infeksi kulit?
2.        Berapa nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak etanol kulit batang kayu manis terhadap beberapa penyebab infeksi kulit?      

1.3         Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud dan tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit batang kayu manis terhadap beberapa bakteri penyebab infeksi kulit, serta nilai konsentrasi hambat minimumnya.

1.4         Batasan Masalah
 Pada penelitian ini akan ditelusuri aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit batang kayu manis terhadap beberapa bakteri penyebab infeksi kulit, karena secara empiris kulit batang kayu manis diduga mempunyai aktivitas antibakteri.

1.5         Metode Penelitian
1.5.1         Determinasi tanaman
1.5.2         Pembuatan ekstrak etanol kulit batang kayu manis
1.5.3         Penapisan golongan senyawa kimia
1.5.4         Penyiapan suspensi
1.5.5         Uji Aktivitas Antibakteri
1.5.6         Penentuan konsentrasi Hambat Minimum ( KHM )
1.5.7         Uji Banding

1.6         Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan mulai bulan Agustus sampai Desember 2008 di Laboratorium Fitokomia dan Mikrobiologi Farmasi, Jurusan Farmasi, MIPA Universitas Al-Ghifari Bandung.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar