Jumat, 19 Juli 2013

ANALISIS KETON


.
Dalam analisa kualitatif cara memisahkan ion logam tertentu harus mengikuti prosedur kerja yang khas. Zat yang diselidiki harus disiapkan atau diubah dalam bentuk suatu larutan. Untuk zat padat kita harus memilih pelarut yang cocok. Ion-ion pada golongangolongan diendapkan satu per satu, endapan dipisahkan dari larutan dengan cara disaring atau diputar dengan centrifuga. Endapan dicuci untuk membebaskan dari larutan pokok atau filtrat dan tiap-tiap logam yang mungkin akan dipisahkan (Cokrosarjiwanto,1977:14).
Kation-kation golongan I adalah kation-kation yang akan mengendap bila ditambahkan dengan asam klorida(HCl). Yaitu Ag, Pb², dan Hg² yang akan mengendap sebagai campuran AgCl, Hgclip_image002Cl , dan PbClclip_image004. Pengendapan ion-ion golongan I harus pada temperatur kamar atau lebih rendah karena PbClclip_image006 terlalu mudah larut dalam air panas. Juga harus dijaga agar asam klorida tidak terlalu banyak ditambahkan. Dalam larutan HCl pekat, AgCl dan PbClclip_image008 melarut, karena Ag dan Pb² membentuk kompleksi dapat larut(Keenan,1984:20).
Kation golongan II tidak bereaksi dengan asam klorida, tetapi membentuk endapan dengan hidrogen sulfide dalam suasana asam mineral encer. Ion-ion golongan ini adalah Merkurium (II), Tembaga, Bismut, Kadnium, Arsenik (II), Arsenik (V), Stibium (III), Stibium (V), Timah (II), Timah (III), dan Timah (IV). Keempat ion yang pertama merupakan sub golongan 2A dan keenam yang terakhir sub golongan 2B. Sementara sulfida dari kation dalam golongan 2A tak dapat larut dalam amonium polisulfida. Sulfida dari kation dalam golongan 2B justru dapat larut. Kation golongan III tidak bereaksi dengan asam klorida encer ataupun dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer. Namun, kation ini membentuk endapan dengan amonium sulfida dalam suasana netral atau amoniak. Kation-kation golongan ini adalah Cobalt (II), Nikel (II), Besi (II), Besi (III), Aluminium, Zink, dan Mangan (II). Kation golongan IV tidak bereaksi dengan reagensia golongan I, II, dan III. Kation-kation ini membentuk endapan dengan amonium karbonat dengan adanya amonium klorida, dalam suasana netral atau sedikit asam. Kationkation golongan ini adalah Kalsium, Strontium, dan Barium. Kation-kation golongan V merupakan kation-kation yang umum tidak bereaksi dengan reagensia golongan sebulumnya. Yang termasuk anggota golongan ini adalah ion-ion Magnesium, Natrium, Kalium, Amonium, Litium, dan Hidrogen(Vogel,1985:203-204).

C.     AlatdanBahan
Alat
Bahan
Tabung Reaksi
AgNO3 0,1 M
Na2S 0,1 M
BaCl2 0,1M
Rak Tabung
HCl 0,1 N
HgCl2 0,1 M
HCl pekat
Kaca Arloji
NH4OH
K4[Fe(CN)6] 0,1 M
CaCl2 0,1 M
Kawat Nikrom
NaOH 0,1 M
FeSO4 0,1 M
NaCl 0,1 M
Kaca Kobalt
Pb(NO3)2 0,1 M
Formalin
KCl 0,1 M

KI 0,1 M
FeCl3 0,1 M
MgCl2 0,1 M

Hg2(NO3)2 0,1 M
NH4SCN 0,1 M
Titan yellow

CuSO4 0,1 M
ZnSO4 0,1 M


E.     Hasil
a. Analisis Kation Golongan 1 (Ag+, Pb2+, Hg+ )
     1. Ag+ dari sampel AgNO3
            a. AgNo3 + HCl       endapan putih + NH4OH       endapan sedikit larut + HNO3
endapan putih
         b. AgNo3 + NaOH        endapan putih
         c. AgNo3 + amoniak + formalin        endapan putih
     2. Pb2+ dari sampel Pb(NO3)2
          a. Pb(NO3)2 + HCl
            b. Pb(NO3)2 + KI        endapan kuning
b. Analisis Kation Golongan 2 ( Cu2+, Hg2+, Bi3+ )
     1. Cu+ dari sampel CuSO4
         b. CuSO4 + K4[Fe(CN)6]        larutan berwarna coklat
     2. Hg2+ dari sampel HgCl2
         a. HgCl2 + KI         larutan berwarna orange, endapan kunning
     3. Bi3+ dari sampel Bi(NO3)3
         a. Bi(NO3)3 + KI        larutan kuning keemasan, endapan hitam
c. Analisis Kation Golongan 3 ( Fe2+, Fe3+, Zn2+ )
     1. Fe2+ dari sampel FeSO4
         a. FeSO4 + K4[Fe(CN)6]        larutan biru pekat
     2. Fe3+ dari sampel FeCl3
         a. FeCl3 + NH4SCN        larutan orange
     3. Zn2+ dari sampel ZnSO4
         a. ZnSO4 + NaOH       larutan biru keruh, endapan putih
d. Analisis Kation Golongan 4 ( Ba2+, Ca2+ )
     1. Ba2+ dari sampel BaCl2
            a. Kawat nikrom + HCl P + BaCl2 + Dibakar        nyala api hijau muda
e. Analisis Kation Golongan 5 ( Na+, K+, Mg2+ )
     1. Na+  dari sampel NaCl
         a. Kawat nikrom + HCl P + NaCl + Dibakar        tidak terlihat
     2. K+ dari sampel KCL
         a. Kawat nikrom + HCl P + KCl + Dibakar        tidak terlihat
     3. Mg2+ dari sampel MgCl2
         a. MgCl2 + titan yellow + NaOH       larutn orange beninghmpir kuning

F.      Pembahasan
Analisis kation merupakan pendekatan yang sistematis. Umumnya dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu pemisahan dan identifikasi. Pemisahan dilakukan dengan cara mengendapkan suatu kelompok kation dari larutannya. Kelompok kation yang mengendap dipisahkan dari larutan dengan cara sentrifus dan menuangkan filtratnya ke tabung uji yang lain. Larutan yang masih berisi sebagian besar kation kemudian diendapkan kembali membentuk kelompok kation baru. Jika dalam kelompok kation yang terendapkan masih berisi beberapa kation maka kation-kation tersebut dipisahkan lagi menjadi kelompok kation yang lebih kecil, sehingga pada akhirnya dapat dilakukan uji spesifik untuk satu kation. Dari larutan sampel tersebut, kita bisa membuktikan setiap jenis kation yang ada dalam larutan sampel.
Pada percobaan pertama yaitu sampel AgNO3 dan Pb(NO3)2 yang ditambahkan larutan HCl kemudian terbentuk endapan, endapan yang terbentuk adalah endapan berwarna putih. Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa kation dalam endapan itu adalah Ag dan Pb². Kation dalam endapan tersebut merupakan kation golongan I yang mengendap yang berwarna putih karena bereaksi dengan HCl. Reaksi yang terjadi yaitu :
image
image
Endapan PbCl2 akan larut dengan kenaikkan suhu. Kenaikkan suhu umumnya dapat memperbesar kelarutan endapan kecuali pada beberapa endapan, seperti kalsium sulfat, berlaku sebaliknya. Perbedaan kelarutan karena suhu ini dapat digunakan sebagai dasar pemisahan kation. Oleh karena itu, PbCl2 dapat dipisahkan dari kation yang lain dengan menambahkan H2O panas kemudian mensentrifus dan memisahkannya dari larutan. Adanya filtrat Pb² dapat diidentifikasi dengan penambahan K2CrO4 membentuk endapan kuning atau dengan H2SO4 membentuk endapan yang berwarna putih. Reaksi yang terjadi yaitu :
imageimage
imageimage
Pada percobaan kedua yaitu filtrat B ditambahkan dengan larutan NaOH berlebih dan terbentu Selanjutnya pada penambahan NH3 berlebih + HNO3, endapan MnO(OH)2 menjadi larut, diakibatkan konsentrasi pereaksi yang berlebih.
Pada percobaan ketiga yaitu filtrat C ditambahkan dengan NH3 dan HNO3 membentuk endapan putih, sehingga kemungkinan kation yang ada yaitu Al³. Pada penambahan NH3 terbentuk endapan Al(OH)3 berwarna putih. Hidroksida aluminium ini bersifat amfoter sehingga dapat larut dalam NaOH. Jika NaOH ditambahkan pada hidroksida aluminium, maka hidroksida selanjutnya dari kation tersebut akan terbentuk. Tetapi aluminium yang bersifat amfoter akan larut membentuk kompleks Al(OH)4. Pada penambahan HNO3 dalam filtrat C terdapat kation Al³ dan apabila ditambahkan NH3 terbentuk endapan putih Al(OH)3.

G.    Daftar Pustaka
Cokrosarjiwanto. 1997. Kimia Analitik Kualitatif I. Yogyakarta : UNY Press.
Keenan, dkk. 1984. Kimia Untuk Universitas. Jakarta : Erlangga.
Masterlon, W.L. 1990. Analisa Kualitatif. http ://www.Chemistry.co.id.Pdf.
Didownload pada tanggal 15 November 2010, pukul 09.30 WITA.
Vogel. 1985. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semi Mikro. Jakarta: PT. Kalman Pusaka.

H.    Lampiran


Tidak ada komentar:

Posting Komentar