Dilaksanakan pada tanggal 05 Mei 2013,
pukul 09.00 WIB
A.
Tujuan percobaan :
·
Mengidentifikasi adanya anion pada suatu sampel
dan membuat persamaan reaksi kimia yang berdasarkan percobaan.
B.
Tinjauan Pustaka
Analisa anion adalah analisa yang
bertujuan untuk menganalisa adanya ion dalam sampel. Sedangkan analisa
kualitatif dilakukan untuk mengetahui jenis unsur atau ion yang terdapat dalam
suatu sampel. Jadi, analisa anion secara kualitatif merupakan analisa yang
dilakukan untuk mengetahui adanya anion serta jenis anion apa saja yang
terdapat dalam suatu sampel.
Anion merupakan ion bermuatan negtif. Dalam analisa anion dikenal adanya
analisa pendahuluan yang meliputi analisa kering dan analisa basah. Analisa kering
meliputi pemeriksaan organoleptis (warna, bau, rasa) dan pemanasan. Analisa
basah adalah analisa dengan melarutkan zat-zat dalam larutan. Analisa basah
meliputi pemeriksaan kelarutan dalam air, reaksi pengendapan, filtrasi atau
penyaringan, dan pencucian endapan. Dalam analisa anion juga ada uji anion
saling mengganggu, misal Co3 2- dan SO32-, NO3- dan NO2-, dll.
Analisis anion tidak jauh berbeda dengan analisis kation, hanya saja pada
analisis anion tidak memiliki metode analisis standar yang sistematis seperti
analisis kation. Uji pendahuluan awal pada analisis anion juga berdasarkan pada
sifat fisika seperti warna, bau, terbentuknya gas, dan kelarutannya.
Anion-anion dapat dipisahkan kedalam golongan
utama, tergantung pada kelarutan garam perak, garam kalsium atau garam barium,
dan garam zink. Proses yang dilakukan dibagi menjadi:
a. Proses yang melibatkan
identifikasi zat mudah menguap yang diperoleh pada pengolahan dengan asam-asam:
1.
Gas dilepaskan kedalam HCl encer
atau H2SO4 encer; karbonat, hidrogen karbonat
(bikarbonat), sulfit, tiosulfat, sulfida, nitrit, hipoklorit, sianida dan
sianat.
2.
Gas atau uap asam dilepaskan
dengan H2SO4 pekat. Meliputi zat-zat dari (I) ditambah
zat yang berikut : flourida, heksaflourosulfat, klorida, bromida, iodida,
nitrat, klorat (bahaya), perklorat, permanganat (bahaya), bromat, borat,
heksasianofenat (III), tiosianat, format, asetat, oksalat, tartrat dan sitrat.
b. Proses
yang bergantung pada reaksi-reaksi dalam larutan.
1.
Reaksi pengendapan yaitu sulfat,
peroksodisulfat, fosfat, fosfit, hipofosfit, arsenat, arsenit, kromat,
dikromat, silika, heksaflourosilikat, salisilat, benzoate dan suksinat.
2.
Reaksi oksidasi dan reduksi dalam
larutan yaitu manganat, permanganate, kromat, dan dikromat.
Umumnya anion dibagi menjadi 3 golongan, yaitu:
a.
golongan sulfat :
SO42-, SO32-, PO43-,
Cr2O42-, BO2-, CO32-,
C2O42-,AsO43-
b.
golongan halida
: Cl-, Br-, I-, S2-
c.
golongan nitrat :
NO3-, NO2-,C2H3O2-.
Garam BaSO4, BaSO3, Ba2(PO4)3,
BaCr2O4, Ba(BO2)2, BaCO3,
BaC2O4, Ba3(AsO4)2 tidak
larut dalam air kondisi basa, sedangkan garam barium anion lainnya mudah larut.
Berdasarkan sifat tersebut maka pemisahan dan identifikasi untuk golongan
sulfat dapat dilakukan dengan. penambahan pereaksi BaCl2. Kecuali
barium kromat yang berwarna kuning, garam barium lainnya berwarna putih.
Jika larutan sampel diasamkan dengan asam nitrat dan ditambahkan perak
nitrat maka hanya golongan anion halida yang akan mengendap sebagai garam
perak, yaitu: AgCl (putih), AgBr (kuning), AgI (kuning muda), Ag2S
(hitam). Anion yang tidak menunjukkan uji yang positif untuk kedua golongan
diatas kemungkinan mengandung anion golongan nitrat. Jika sampel Jika larutan
sampel diasamkan dengan asam nitrat dan ditambahkan perak nitrat maka hanya
golongan anion halida yang akan mengendap sebagai garam perak, yaitu: AgCl
(putih), AgBr (kuning), AgI (kuning muda), Ag2S (hitam).
Anion yang tidak menunjukkan uji yang positif untuk kedua golongan di atas
kemungkinan mengandung anion golongan nitrat. Jika sampel mengandung beberapa
kation maka uji pendahuluan diatas tidak cukup untuk menentukan ada atau
tidaknya suatu anion. Karena itu. setelah pengujian pendahuluan dilakukan maka
perlu juga dilakukan uji spesifik untuk tiap anion.Reaksi penentuan anion dapat
dilakukan dengan :
a.
Reaksi pengendapan yaitu sulfat,
peroksodisulfat, fosfat, fosfit, hipofosfit, arsenat, arsenit, kromat,
dikromat, silika, heksaflourosilikat, salisilat, benzoate dan suksinat.
b.
Reaksi oksidasi dan reduksi dalam
larutan yaitu manganat, permanganate, kromat, dan dikromat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar